MABIT

Mabit adalah berhenti sejenak atau bermalam beberapa hari untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam pelaksanaan melontar Jumrah yang merupakan salah satu wajib ibadah haji mabit dilakukan 2 tahap di 2 tempat yaitu di Muzdalifah dan di Mina. 

Tahap Pertama : Mabit di Muzdalifah dilakukan tanggal 10 Zulhijah, yaitu lewat tengah malam sehabis wukuf di padang Arafah. Mabit tahap pertama ini biasanya hanya beberapa saat saja, yaitu secukup waktu untuk mengumpulkan 7 buah krikil guna melontar jumrah Aqabah.

Tahap Kedua : Mabit ini dilakukan di Mina dalam 2 hari  (11 dan 12 Zulhijah) bagi yang akan mengambil 'Nafar Awal', dan 3 hari (11,12,13 Zulhijah) bagi yang akan mengambil 'Nafar Akhir'. Dari hari pertama sampai terakhir dari mabit di Mina ini adalah melontar ketiga jumrah Ula, Wusta dan Aqabah. 

 

NAFAR AWAL

Yang dimaksud dengan Nafar Awal adalah apabila kita hanya melontar 3 hari, bukan 4 hari seperti Nafar Sani/Akhir. Disebut Awal karena jama'ah lebih awal meninggalkan Mina kembali ke Mekah. Dan hanya melontar sebanyak 3 hari. Total krikil yang dilontar jama'ah nafar awal adalah 49 butir.

Jama'ah haji pelaku Nafar Awal hanya 2 malam menginap di Mina dan meninggalkan Mina pada tanggal 12 Zulhijah sebelum matahari terbenam.

NAFAR SANI/AKHIR

Disebut Nafar Sani atau Nafar Akhir apabila Jama'ah melontar Jumrah selama 4 (empat) hari pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Zulhijah sehingga jumlah batu yang dilontar sebanyak 70 butir. Disebut Nafar Sani/AKhir karena jema'ah haji bermalam di Mina 3(tiga)  malam dan meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah.

 

GAMBARAN JUMLAH KERIKIL

  1. Nafar Awal  
    • 10 Dzulhijah 7x pada Aqobah jumlah 7 butir.
    • 11 Dzulhijah 7x pada Aqobah, 7x pada Ula, 7x pada Wusta jumlah 21 butir.
    • 12 Dzulhijah 7x pada Aqobah, 7x pada Ula, 7x pada Wusta jumlah 21 butir.
    • Total jumlah kerikil 49 butir.
  2. Nafar Tsani
    • 10 Dzulhijah 7x pada Aqobah jumlah 7 butir.
    • 11 Dzulhijah 7x pada Aqobah, 7x pada Ula, 7x pada Wusta jumlah 21 butir.
    • 12 Dzulhijah 7x pada Aqobah, 7x pada Ula, 7x pada Wusta jumlah 21 butir.
    • 12 Dzulhijah 7x pada Aqobah, 7x pada Ula, 7x pada Wusta jumlah 21 butir.
    • Total jumlah kerikil 70 butir.
MELONTAR JUMRAH

Melontar jumrah adalah salah satu wajib haji. Jama'ah yang tidak melontar wajib membayar Dam (denda) berupa seekor kambing. kalau tidak mampu boleh membayar Fidyah atau berpuasa 10 hari yaitu 3 hari dimasa haji di tanah suci dan sisanya di tanah air. 

Waktu melontar mulai setelah lewat tengah malam sampai terbenam matahari, sedangkan utamanya pada waktu duha (pagi setelah matahri terbit). Pada tanggal 10 Zulhijah (Hari Nahr) jema'ah haji hanya melontar 1 jumrah saja yaitu jumrah Aqabah.

Kemudian pada hari-hari Tasyrik yang lain, yaitu pada tanggal 11, 12, 13 Zulhijah yang dilontar adalah ketiga-tiganya (Ula, Wusta, dan Aqabah). Melontar dimulai sesudah masuk waktu Zuhur atau sesaat tergelincirnya matahari sampai terbit besok pagi. Jumrah yang terletak paling dekat dengan Mekah disebut jumrah Aqabah, letaknya diatas perbukitan Aqabah.

 

JUMRAH

Jumrah Artinya tempat pelemparan, yang didirikan untuk memperingati saat nabi Ibrahim digoda oleh setan agar tidak melaksanakan perintah Allah menyembelih putranya Ismail. Tiga kali beliau digoda tiga kali pulaia melontarkan batunya kepada setan sebagaimana diperintah dab dibimbing langsung oleh malaikat. Ditempat - tempat inilah kemudian dibangun Tugu - tugu dengan nama Ula, Wusta, dan Aqabah. 

  • Jumrah Ula (jumrah pertama), disebut juga 'Jumrah Surgha' ( jumrah yang kecil ) terletak dekat mesjid Khaif.

  • Jumrah Wusta (jumrah kedua), disebut juga 'Jumrah Tsaniyah' ( jumrah yang sedang ) terletak diantara kedua jumrah yaitu Jumrah Ula dan Jumrah Aqabah.

  • Jumrah Aqabah (jumrah ketiga), yang disebut juga 'Jumrah Tsalitsah' ( Jumrah yang besar ) berada dipintu gerbang Mina.

JADWAL MELONTAR JUMRAH

  1. Tanggal 9 Dzulhijah, Wukuf dipadang Arafah mulai siang diwaktu matahari rebah ke arah tenggelam sampai tengah malam.

  2. Tanggal 10 Dzulhijah, Melontar jumrah Aqobah sebanyak 7x mulai setelah tengah malam sampai tengah malam berikutnya.

  3. Tanggal 11 Dzulhijah, Melontar ketiga jumrah secara berurutan (Ula,Wusta, dan Aqobah) mulai tergelincir matahari sampai tengah malam.

  4. Tanggal 12 Dzulhijah, Melontar ketiga jumrah secara berurutan (Ula,Wusta, dan Aqobah) mulai tergelincir matahari sampai tengah malam.

  5. Tanggal 13 Dzulhijah, Melontar ketiga jumrah secara berurutan (Ula,Wusta, dan Aqobah) mulai tergelincir matahari sampai tengah malam.

 

Kembali ke Menu

www.dzikir.org